NAMA : CAHYA WULANDARI
KELAS : 1DA01
NPM : 41210499
MITOS NYI RORO KIDUL
Cerita tentang Nyi Roro Kidul ini sangat terkenal. Bukan hanya dikalangan penduduk Yogyakarta dan Surakarta, melainkan di seluruh Pulau Jawa. Baik di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Di daerah Yogyakarta kisah Nyi Roro Kidul selalu dihubungkan dengan kisah para Raja Mataram. Sedangkan di Jawa Timur khususnya di Malang Selatan tepatnya di Pantai Ngliyep, Nyi Roro Kidul dipanggil dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul. Di Pantai Ngliyep juga diadakan upacara Labuhan yaitu persembahan para pemuja Nyi Roro Kidul yang menyakini bahwa kekayaan yang mereka dapatkan adalah atas bantuan Nyi Roro Kidul dan anak buahnya.
Nyi Roro Kidul adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari, kecantikannya tak pernah pudar di sepanjang zaman. Di dasar Laut Selatan, yakni lautan yang dulu disebut Samudra Hindia - sebelah selatan pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang sangat besar dan indah.
Menurut yang empunya cerita, pada mulanya adalah seorang wanita, yang berparas elok, Kadita namanya. Karena kecantikannya, ia sering disebut Dewi Srengenge, yang artinya Matahari Jelita. Kadita adalah putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita sangat elok wajahnya, Raja tetap berduka karena tidak mempunyai putra mahkota yang dapat disiapkan. Baru setelah Raja memperistrikan Dewi Mutiara lahir seorang anak lelaki. Akan tetapi, begitu mendapatkan perhatian lebih, Dewi Mutiara mulai mengajukan tuntutan-tuntutan, antara lain, memastikan anaknya lelaki akan menggantikan tahta dan Dewi Kadita harus diusir dari istana. Permintaan pertama diluluskan, tetapi untuk mengusir Kadita, Raja Munding Wangi tidak bersedia.
“Ini keterlaluan,” sabdanya. “Aku tidak bersedia meluluskan permintaanmu yang keji itu,” sambungnya. Mendengar jawaban demikian, Dewi Mutiara malahan tersenyum sangat manis, sehingga kemarahan Raja, perlahan-lahan hilang. Tetapi, dalam hati istri kedua itu dendam membara. Hari esoknya pagi-pagi sekali, Mutiara pengutus inang mengasuh memanggil seorang tukang sihir, si Jahil namanya. Kepadanya diperintahkan agar kepada Dewi Kadita dikirimkan guna-guna.
“Bikin tubuhnya berkudis dan berkurap,” perintahnya. “Kalau berhasil, besar hadiah untuk kamu!” sambungnya. Si Jahil menyanggupinya. Malam harinya, tatkala Kadita sedang lelap, masuklah angin semilir ke dalam kamarnya. Angin itu berbau busuk mirip bau bangkai. Tatkala Kadita terbangun, ia menjerit. Seluruh tubuhnya penuh dengan kudis, bernanah dan sangat berbau tidak enak.
Tatkala Raja Munding Wangi mendengar berita ini pada pagi harinya, sangat sedihlah hatinya. Dalam hati tahu bahwa yang diderita Kadita bukan penyakit biasa, tetapi guna-guna. Raja juga sudah menduga, sangat mungkin Mutiara yang merencanakannya. Hanya saja. Bagaimana membuktikannya. Dalam keadaan pening, Raja harus segera memutuskan hendak diapakan Kadita. Atas desakan patih, putri yang semula sangat cantik itu mesti dibuang jauh agar tidak menjadikan aib.
Maka berangkatlah Kadita seorang diri, bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Hatinya remuk redam air matanya berlinangan. Namun ia tetap percaya, bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaanNya dianiaya sesamanya. Campur tanganNya pasti akan tiba. Untuk itu, seperti sudah diajarkan neneknya almarhum, bahwa ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya.
Siang dan malam ia berjalan, dan sudah tujuh hari tujuh malam waktu ditempuhnya, hingga akhirnya ia tiba di pantai Laut Selatan. Kemudian berdiri memandang luasnya lautan, ia bagaikan mendengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke dalam laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air, tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sediakala. Tak hanya itu, ia segera menguasai seluruh lautan dan isinya dan mendirikan kerajaan yang megah, kokoh, indah dan berwibawa. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.
Konon Nyi Roro Kidul itu tak lain adalah seorang jin yang mempunyai kekuatan dahsyat. Hingga kini masih ada saja orang yang mencari kekayaan dengan jalan pintas yaitu dengan menyembah Nyi Roro Kidul. Mereka dapat kekayaan berlimpah tetapi harus mengorbankan keluarga dan bahkan akan mati sebelum waktunya, jiwa raga mereka akan dijadikan budak bagi kejayaan Keraton Laut Selatan. Cerita ini dapat digolongkan sebagai mitos, sebab mengaruhnya sangat mendalam, mendasar dan jauh bagi alam pikiran tradisional di Yogyakarta.
Sumber : http://bincangprofesi.com/forum/spiritualisme/kisah-legenda-nyi-roro-kidul/
Jumat, 15 Oktober 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
KULIAH
Nama : Cahya Wulandari
NPM : 41210499
Kelas : 1DA01
BISNIS DISTRO
Distro adalah istilah popular untuk sebuah usaha penjualan pernak-pernik keperluan remaja, misalnya baju kaus T-shirt, topi, celana, kemeja, tas, dompet, scarf, bandana serta aksesoris kalung, bros, gelang dan sebagainya.
Desain produk distro berbentuk khas, dibuat oleh remaja untuk remaja yang perlu berpenampilan sesuai selera remaja, dalam istilah remaja berpenampilan gaul. Istilah distro tumbuh dengan sendirinya, dikenal sementara orang sebagai singkatan dari distribution outlet atau distribution store dengan terjemahan bebas, sebagai gerai penjualan barang khusus remaja.
Mengamati perkembangan distro di kota besar ibarat kita mengamati deret hitung yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan yang cukup pesat. Di Bandung sendiri saat ini sudah ada banyak Distro yang bisa kita temui, dengan berbagai macam produk busana yang dibutuhkan remaja dari ujung kaki hingga ujung kepala. Inilah sebuah Fenomena yang secara tidak sadar ikut meramaikan berbagai macam perubahan yang ada di Indonesia.
Distro secara langsung atau tidak langsung juga memberikan dampak positif untuk perkembangan mode dan perekonomian di Indonesia. Distro bukan hanya sebagai sebuah pilihan mode pakaian namun juga menjadi sebuah pilihan dalam membuka sebuah peluang usaha baru. Dan yang cukup menggembirakan dari fenomena ini adalah pemilik sebagian besar dari distro di Indonesia adalah mereka yang masih muda. Ini akan mempunyai dampak pembelajaran kemandirian untuk bangsa Indonesia yang sudah terkenal dengan gudang sejuta anak muda tanpa pekerjaan. Keberadaan dan perkembangan distro akan membuka banyak sekali lapangan kerja yang tentu saja hal tersebut akan otomatis meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Walaupun dengan segudang citra positif yang termuat dalam perkembangan Distro di Indonesia tetap saja ada sesuatu kekhawatiran yang berkembang yaitu para remaja menjadi sedikit konsumerisme dalam berbelanja sebuah produk yang mereka sukai. Kekhawatiran yang lain adalah remaja yang terlalu fokus mendandani fisik mereka semata. Namun secara keseluruhan perkembangan distro di Indonesia tetap memberikan pengaruh positif bagi perkembangan dunia fashion, gaya busana hingga memberi pembelajaran tentang sebuah kemandirian mendirikan usaha.
Pengaruh Dalam Bisnis Distro
1.Lokasi,
Karena lokasi sangat menentukan terhadap suatu keberhasilan dan berkembangnya pada bisnis , sebaiknya kita terlebih dahulu memilih lokasi yang mudah di jangkau oleh konsumen.
2.Kreatifitas
Kreatifitas sangat di butuhkan di dalam suatu usaha untuk menciptakan desain-desain yang mampu mengalahkan desain produk yang bermerek.
3.Persaingan
Distro merupakan bisnis yang tergolong baru dan belum begitu banyak di sentuh oleh pembisnis lain sehingga belum begitu ada pesaingannya. Apabila telah dapat pesaingannya maka distro akan selalu menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Baik dari segi produk yang di tawarkan maupun dari segi pelayanan dan juga harga.
4.Struktur biaya
Dalam dunia usaha hal yang terpenting yang kita perhatikan setelah kita melakukan risert atau survei adalah struktur biaya. Karena dengan struktur biaya kita dapat menentukan beberapa banyak produk yang akan kita hasilkan, pada usaha distro ini struktur biayanya tidak begitu rumit karena modal usaha ini tidak terlalu besar.
5.Kendala dan resiko
Dalam usaha ini kendala dan resiko yang di hadapi tidak begitu banyak karena usaha ini tidak begitu banyak resiko yang muncul. Seperti daya beli dari konsumen dan perubahan mode atau trend karena muncul nya auotlet denagn kreasi yang baru. Karena berbeda dengan bisnis umum lainnya, bisnis distro membutuhkan idealisme tersendiri agar distro tersebut bisa memiliki visi dan karakter yang jelas Selain itu usaha ini memiliki semangat kemandirian dan militansi yang tinggi untuk menjalankan bisnis independen ini.
http://translate.google.com/translate?hl=en&sl=no&tl=id&u=http%3A%2F%2Fipixmoron.blogspot.com%2F
http://bandargarmen.com/tag/aksesoris-distro/
NPM : 41210499
Kelas : 1DA01
BISNIS DISTRO
Distro adalah istilah popular untuk sebuah usaha penjualan pernak-pernik keperluan remaja, misalnya baju kaus T-shirt, topi, celana, kemeja, tas, dompet, scarf, bandana serta aksesoris kalung, bros, gelang dan sebagainya.
Desain produk distro berbentuk khas, dibuat oleh remaja untuk remaja yang perlu berpenampilan sesuai selera remaja, dalam istilah remaja berpenampilan gaul. Istilah distro tumbuh dengan sendirinya, dikenal sementara orang sebagai singkatan dari distribution outlet atau distribution store dengan terjemahan bebas, sebagai gerai penjualan barang khusus remaja.
Mengamati perkembangan distro di kota besar ibarat kita mengamati deret hitung yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan yang cukup pesat. Di Bandung sendiri saat ini sudah ada banyak Distro yang bisa kita temui, dengan berbagai macam produk busana yang dibutuhkan remaja dari ujung kaki hingga ujung kepala. Inilah sebuah Fenomena yang secara tidak sadar ikut meramaikan berbagai macam perubahan yang ada di Indonesia.
Distro secara langsung atau tidak langsung juga memberikan dampak positif untuk perkembangan mode dan perekonomian di Indonesia. Distro bukan hanya sebagai sebuah pilihan mode pakaian namun juga menjadi sebuah pilihan dalam membuka sebuah peluang usaha baru. Dan yang cukup menggembirakan dari fenomena ini adalah pemilik sebagian besar dari distro di Indonesia adalah mereka yang masih muda. Ini akan mempunyai dampak pembelajaran kemandirian untuk bangsa Indonesia yang sudah terkenal dengan gudang sejuta anak muda tanpa pekerjaan. Keberadaan dan perkembangan distro akan membuka banyak sekali lapangan kerja yang tentu saja hal tersebut akan otomatis meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Walaupun dengan segudang citra positif yang termuat dalam perkembangan Distro di Indonesia tetap saja ada sesuatu kekhawatiran yang berkembang yaitu para remaja menjadi sedikit konsumerisme dalam berbelanja sebuah produk yang mereka sukai. Kekhawatiran yang lain adalah remaja yang terlalu fokus mendandani fisik mereka semata. Namun secara keseluruhan perkembangan distro di Indonesia tetap memberikan pengaruh positif bagi perkembangan dunia fashion, gaya busana hingga memberi pembelajaran tentang sebuah kemandirian mendirikan usaha.
Pengaruh Dalam Bisnis Distro
1.Lokasi,
Karena lokasi sangat menentukan terhadap suatu keberhasilan dan berkembangnya pada bisnis , sebaiknya kita terlebih dahulu memilih lokasi yang mudah di jangkau oleh konsumen.
2.Kreatifitas
Kreatifitas sangat di butuhkan di dalam suatu usaha untuk menciptakan desain-desain yang mampu mengalahkan desain produk yang bermerek.
3.Persaingan
Distro merupakan bisnis yang tergolong baru dan belum begitu banyak di sentuh oleh pembisnis lain sehingga belum begitu ada pesaingannya. Apabila telah dapat pesaingannya maka distro akan selalu menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Baik dari segi produk yang di tawarkan maupun dari segi pelayanan dan juga harga.
4.Struktur biaya
Dalam dunia usaha hal yang terpenting yang kita perhatikan setelah kita melakukan risert atau survei adalah struktur biaya. Karena dengan struktur biaya kita dapat menentukan beberapa banyak produk yang akan kita hasilkan, pada usaha distro ini struktur biayanya tidak begitu rumit karena modal usaha ini tidak terlalu besar.
5.Kendala dan resiko
Dalam usaha ini kendala dan resiko yang di hadapi tidak begitu banyak karena usaha ini tidak begitu banyak resiko yang muncul. Seperti daya beli dari konsumen dan perubahan mode atau trend karena muncul nya auotlet denagn kreasi yang baru. Karena berbeda dengan bisnis umum lainnya, bisnis distro membutuhkan idealisme tersendiri agar distro tersebut bisa memiliki visi dan karakter yang jelas Selain itu usaha ini memiliki semangat kemandirian dan militansi yang tinggi untuk menjalankan bisnis independen ini.
http://translate.google.com/translate?hl=en&sl=no&tl=id&u=http%3A%2F%2Fipixmoron.blogspot.com%2F
http://bandargarmen.com/tag/aksesoris-distro/
Jumat, 01 Oktober 2010
ilmu alamiah, ilmu sosial dan ilmu budaya
Nama : Cahya Wulandari
Kelas : 1DA01
NPM : 41210499
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Dari hal tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia beserta segala sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan manusia.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Setelah mengetahui pengertian dari Ilmu Budaya Dasar, pastinya akan timbul pertanyaan “Apa sih tujuan kita mempelajari Ilmu Budaya Dasar tersebut?”. Dengan mata kuliah ini, kita diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk kemudian mengkaji lebih dalam mengenai masalah-masalah manusia dan kebudayaannya. Di samping itu, mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini juga merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritiknya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Tujuan lain yang ingin dicapai dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar adalah antara lain:
1. Menambah kepekaan kita sebagai mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga diharapkan kita lebih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang baru, terutama untuk kepentingan profesi kita.
2. Memperluas pandangan mahasiswa mengenai masalah kemanusiaan dan budaya serta dapat mengembangkan daya kritis kita terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4. Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
Untuk Mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika, dan lain-lain.
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu social antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi social, sosiologi hokum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan peryataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya (The Humanities) ini dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupam seni music, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
PERBEDAAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kita tahu bahwa Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu bagian dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Pertanyaannya, apa sih bedanya Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), ilmu yang mempelajari dasar-dasar dari ilmu sosial? Menurut sumber, perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagaia berikut:
1. Ilmu Budaya Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan di Sekolah Lanjutan.
2. Ilmu Budaya Dasar merupakan satu mata-kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (di Sekolah Lanjutan).
3. Ilmu Budaya Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.
PERSAMAAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pada point sebelumnya, kita telah membahas mengenai perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sekarang mari kita bahas tentang persamaan kedua disiplin ilmu tersebut. Persamaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmpu Pengetahuan Sosial, antara lain:
1. Kedua-duanya merupakan bahan pembelajaran (study) untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
2. Keduanya bukan merupakan disiplin ilmmu yang berdiri sendiri
3. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari dan berkaitan dengan kenyataan sosial dan masalah sosial.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan
Demikian pembahasan mengenai Ilmu Budaya Dasar yang bisa saya sampaikan saat ini. Namun Ilmu Budaya Dasar tidak hanya mencakup hal-hal di atas saja, masih banyak pengetahuan dan informasi mengenai Ilmu Budaya Dasar yang dapat kita peroleh melalui sumber-sumber lain.
Kelas : 1DA01
NPM : 41210499
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Dari hal tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia beserta segala sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan manusia.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Setelah mengetahui pengertian dari Ilmu Budaya Dasar, pastinya akan timbul pertanyaan “Apa sih tujuan kita mempelajari Ilmu Budaya Dasar tersebut?”. Dengan mata kuliah ini, kita diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk kemudian mengkaji lebih dalam mengenai masalah-masalah manusia dan kebudayaannya. Di samping itu, mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini juga merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritiknya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Tujuan lain yang ingin dicapai dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar adalah antara lain:
1. Menambah kepekaan kita sebagai mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga diharapkan kita lebih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang baru, terutama untuk kepentingan profesi kita.
2. Memperluas pandangan mahasiswa mengenai masalah kemanusiaan dan budaya serta dapat mengembangkan daya kritis kita terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4. Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
Untuk Mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika, dan lain-lain.
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu social antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi social, sosiologi hokum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan peryataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya (The Humanities) ini dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupam seni music, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
PERBEDAAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kita tahu bahwa Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu bagian dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Pertanyaannya, apa sih bedanya Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), ilmu yang mempelajari dasar-dasar dari ilmu sosial? Menurut sumber, perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagaia berikut:
1. Ilmu Budaya Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan di Sekolah Lanjutan.
2. Ilmu Budaya Dasar merupakan satu mata-kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (di Sekolah Lanjutan).
3. Ilmu Budaya Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.
PERSAMAAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pada point sebelumnya, kita telah membahas mengenai perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sekarang mari kita bahas tentang persamaan kedua disiplin ilmu tersebut. Persamaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmpu Pengetahuan Sosial, antara lain:
1. Kedua-duanya merupakan bahan pembelajaran (study) untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
2. Keduanya bukan merupakan disiplin ilmmu yang berdiri sendiri
3. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari dan berkaitan dengan kenyataan sosial dan masalah sosial.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan
Demikian pembahasan mengenai Ilmu Budaya Dasar yang bisa saya sampaikan saat ini. Namun Ilmu Budaya Dasar tidak hanya mencakup hal-hal di atas saja, masih banyak pengetahuan dan informasi mengenai Ilmu Budaya Dasar yang dapat kita peroleh melalui sumber-sumber lain.
Langganan:
Komentar (Atom)